Perkuat Link and Match, SMK Tunas Harapan Pati Bahas Uji Sertifikasi dan Kesenjangan dengan Industri


Kategori:
Sely Indraswari
Jumat, 2 Oktober 2026

         Upaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri terus dilakukan SMK Tunas Harapan Pati. Salah satunya melalui kegiatan “Sosialisasi Uji Sertifikasi dan Link and Match” yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) di Auditorium SMK Tunas Harapan Pati. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur sekolah, industri, dan Kadin untuk membekali siswa sekaligus membahas berbagai tantangan dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
THP05530.jpg

         Kegiatan menghadirkan Mahfud Ismail, M.T. dari PT Wina Utama Indonesia dan Subaskoro, S.I.Kom. dari Kadin sebagai narasumber. Peserta terdiri atas perwakilan sembilan industri mitra SMK Tunas Harapan Pati, siswa kelas XII yang akan mengikuti uji kompetensi, serta guru produktif. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai uji sertifikasi kompetensi, khususnya sertifikasi yang dilaksanakan oleh industri, mulai dari tujuan hingga manfaatnya sebagai salah satu bekal memasuki dunia kerja.

      Selain membahas sertifikasi kompetensi, kegiatan juga menjadi ruang untuk membicarakan kesenjangan antara kurikulum SMK dan kebutuhan industri. Peserta mendapatkan informasi serta data perbandingan mengenai pendidikan vokasi di Indonesia dengan beberapa negara maju, seperti Korea Selatan, China, Jepang, dan Jerman. Pembahasan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan bersama mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan relevansinya dengan perkembangan dunia industri.

THP05874.jpg

         Kegiatan berlangsung secara luring dan daring. Subaskoro, S.I.Kom. dari Kadin menyampaikan materi secara tatap muka, sedangkan Mahfud Ismail, M.T. dari PT Wina Utama Indonesia bergabung secara daring melalui Zoom Meeting karena sedang berada di Shanghai. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. M. Ramadhan, siswa kelas XII TITL, misalnya, menanyakan hal-hal yang perlu dipersiapkan apabila ingin bekerja di luar negeri. Sementara itu, perwakilan PT Dua Kelinci turut menyoroti persoalan etos kerja lulusan SMK yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama dan mengusulkan adanya forum diskusi antara Kadin, industri, dan SMK untuk membahas kesenjangan mutu lulusan dengan kebutuhan industri.

THP05480.jpg

         Diskusi juga berkembang pada upaya sekolah memperkecil kesenjangan kurikulum dengan kebutuhan industri. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ratnasari, menyampaikan pertanyaan mengenai langkah yang perlu dilakukan sekolah agar kurikulum semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus bagaimana pendidikan vokasi Indonesia dapat terus berkembang. Melalui forum tersebut, SMK Tunas Harapan Pati terus membuka ruang kolaborasi bersama industri dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang semakin relevan, adaptif, dan mampu melahirkan lulusan kompeten.