Pati, 3 September 2026 — Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital terus dilakukan oleh satuan pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi yang dilaksanakan di SMK Tunas Harapan Pati, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti oleh bapak dan ibu guru dari tiga satuan pendidikan, yaitu SMK Tunas Harapan Pati, SMK Negeri 3 Pati, dan SMK Terpadu Bhakti Indonesia Pati.
Bimtek menghadirkan Bapak Sukardi, S.Pd., M.Pd. dari BBPPMPV Seni dan Budaya sebagai fasilitator. Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan kepada para guru mengenai konsep, strategi, serta praktik literasi dan numerasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Dalam sambutan yang mewakili Kepala Sekolah, Ibu Ratnasari, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan guru menghadapi karakteristik dan tantangan peserta didik pada masa kini.
“Kegiatan ini menjadi salah satu persiapan dan strategi kita dalam menghadapi tantangan murid zaman sekarang. Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar mampu memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ungkap Ratnasari.
Ia juga menekankan bahwa literasi dan numerasi bukan semata-mata tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan Matematika. Kedua kemampuan tersebut perlu dikembangkan secara bersama melalui berbagai mata pelajaran dan aktivitas pembelajaran di sekolah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan menyenangkan. Para peserta tidak hanya memperoleh materi secara konseptual, tetapi juga diajak untuk membedah berbagai strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Diskusi dan berbagi pengalaman antarguru menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Salah satu peserta, Ahmad Shobiron, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Bimtek Literasi dan Numerasi memberikan pengalaman yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarsekolah.
“Kegiatan ini sangat bagus dan menyenangkan. Selain bisa berkolaborasi dengan sekolah lain, kegiatan ini juga memberikan banyak manfaat dan pengetahuan, terutama dalam membedah strategi literasi dan numerasi yang diterapkan di satuan pendidikan,” ungkap Ahmad.
Menurut Ahmad, kesempatan untuk berdiskusi dengan guru dari sekolah lain memberikan perspektif baru mengenai bagaimana literasi dan numerasi dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Kolaborasi tiga sekolah dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi praktik baik. Guru dapat bertukar pengalaman, mendiskusikan berbagai tantangan pembelajaran, sekaligus menemukan alternatif strategi yang dapat diterapkan di kelas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penguatan literasi dan numerasi tidak berhenti pada kegiatan bimtek, tetapi dapat diteruskan melalui praktik nyata dalam pembelajaran sehari-hari. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memahami informasi, memecahkan masalah, menggunakan data, serta mengambil keputusan secara tepat.
Bimtek Literasi dan Numerasi di SMK Tunas Harapan Pati menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan dapat dibangun melalui kolaborasi, berbagi praktik baik, dan kemauan guru untuk terus belajar.
Dengan semangat tersebut, ketiga sekolah diharapkan dapat terus bersinergi dalam menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tantangan zaman. (Kontributor: Ahmad Sobiron)

