• SMK TUNAS HARAPAN PATI
  • SMK Unggul Berdaya Saing Internasional Berwawasan Lingkungan

Sadar Pentingnya Ekosistem Positif, SMK Tunas Harapan Pati Gelar Workshop GSM

Dunia pendidikan tengah diramaikan dengan gerakan menumbuhkan ekosistem positif melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan. Sadar akan pentingnya ekosistem sekolah yang positif dan menyenangkan itu,  SMK Tunas Harapan Pati bersama Yayasan Gerakan Sekolah Menyenangkan Situbondo Jawa Timur telah menggelar workshop bertajuk “Membangun Ekosistem yang Positif, Menyenangkan, dan Siap Menghadapi Revolusi Industri 4.0 melalui GSM” pada Senin (27/12/2021) lalu. Kegiatan tersebut diselenggarakan di ballroom Hotel New Merdeka Pati dengan mengundang seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Tunas Harapan Pati sebagai peserta. 

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) itu sendiri merupakan gerakan perubahan dari akar rumput bersama guru dan masyarakat untuk mentransformasi sekolah menjadi tempat yang ideal bagi siswa. Harapannya, sekolah mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, passion, penalaran dan talenta terbaik mereka. Gerakan Sekolah Menyenangkan ini mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal keterampilan hidup agar anak-anak bergairah menjadi pembelajar yang sukses dan mandiri.

“Ini eranya sudah berubah. Sekolah itu tidak lagi harus dipaksakan tetapi semua pihak harus sadar bahwa sekolah adalah kebutuhan dan tuntutan dirinya sendiri untuk masa depan. Walaupun, masih sebagian besar dalam tanda kutip anak-anak itu masih harus dipaksa oleh orang tuanya untuk bisa sekolah dengan baik,” terang Bu Eny Wahyuningsih selaku Kepala SMK Tunas Harapan Pati.

Tujuan workshop ini sendiri ialah menumbuhkan wawasan tentang sekolah menyenangkan pada seluruh warga SMK Tunas Harapan Pati yang selanjutnya diharapkan mampu menjadi pelopor suksesnya Gerakan Sekolah Menyenangkan di SMK Tunas Harapan Pati. Targetnya, baik siswa maupun guru dapat menjalankan aktivitas belajar-mengajar dengan aman dan nyaman. "Targetnya tidak ada lagi anak yang terlambat, bosan di sekolah, atau merasa tidak bisa pada mapel tertentu. Semuanya menjadi tergerak maju karena dua belah pihak (guru dan siswa) mau belajar dengan baik. Guru juga bisa memilah-milah siswa dan bisa memberikan materi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas anak masing-masing,” ujar Ibu Eny. 

Materi workshop disampaikan dengan diselingi berbagai ice breaking dan game. Hal ini untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. “Merupakan hal yang baru dan sangat menyenangkan mendapat ilmu pengelolaan pembelajaran dari narasumber. Kita jadi memiliki wawasan bahwa kondisi siswa sebelum masuk dalam pembelajaran sangat berbeda-beda. Oleh karena itu, harus merespon dengan cara pengelolaan yang baik," ujar Bu Wahyuning, salah seorang peserta workshop GSM saat ditemui selepas acara.

"Yang paling menarik dari kegiatan workshop kemarin kami diminta membuat pohon harapan. Kami dibagi menjadi kelompok-kelompok untuk membuat pohon harapan dari masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan. Kami juga membuat yel-yel yang dapat memberikan semangat. Kita sebagai guru memperoleh inspirasi bahwa setiap mata pelajaran itu punya karakteristik tersendiri bagi siswa sehingga di masing-masing mapel siswa juga harus menggantungkan harapannya. Jadi, harus ada pohon pembelajaran masing-masing mapel di masing-masing individu," lanjutnya.

Materi yang didapatkan melalui workshop GSM diharapkan langsung bisa diterapkan dalam pembelajaran. Implementasi dalam pembelajaran normatif adaptif dapat dilakukan dengan cara memberikan inovasi-inovasi dalam pembelajaran dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang menarik. "Bisa dengan meningkatkan aktivitas pembelajaran outdoor. Bisa ke ke taman atau bengkel masing-masing. Itu akan lebih menyenangkan. Selain itu, bisa dengan mengembangkan pojok-pojok literasi di setiap kelas," jelas Bu Wahyuning selaku koordinator guru normatif adaptif. 

Bukan hanya normatif adaptif, gerakan sekolah menyenangkan juga diharapkan mampu terimplementasi hingga ke pembelajaran produktif. ”Produktif saya kira sudah mengimplementasikan gerakan sekolah menyenangkan karena yang pertama setiap pembelajaran praktik itu anak tidak hanya duduk diam, tetapi mengerjakan proyek hingga tingkat kebosanannya menjadi lebih kecil sehingga situasi belajarnya lebih menyenangkan. Kedua, di TITL sudah mulai menerapkan apa yang disampaikan melalui GSM tentang memberikan siluet atau memberikan penghargaan kepada mereka yang memiliki prestasi lebih. Misalkan, mereka yang kompak dalam bekerja secara tim atau tempat kerja mereka rapi. Kita sudah mulai meskipun belum banyak jadi kita bertahap bisa lebih banyak menerapkan prinsip gerakan sekolah menyenangkan," jelas Bu Uli selaku salah satu guru produktif di jurusan TITL.

“Manfaatnya banyak. Pertama adalah mengurangi tingkat kebosanan anak didik. Kedua, tentunya dengan gerakan sekolah menyenangkan diharapkan anak-anak bisa menyerap ilmu lebih banyak. Ketiga, dengan penerapan gerakan sekolah menyenangkan diharapkan anak-anak dapat tumbuh berkembang sesuai dengan karakteristik yang dibawa masing masing,” lanjut Bu Uli. (Husni Adyaksa)

 

 

Komentari Tulisan Ini